












» Home
Jumat, 27 April 2012 - 14:32:12 WIBArtikel
Aromaterapi dalam Dunia Kedokteran Dunia barat mengembangkan Aromaterapi pada awal abad 20. Istilah aromaterapi pertama kali digunakan oleh Rene Maurice Gattefosse dari perancis. Namun tahukan Anda, jauh sebelum itu, Ilmuwan Muslim telah mengembangkan aromaterapi. Walaupun konsep dasar aromaterapi telah dikenal sejak 6000 tahun silam, namun teknologi pembuatan aromaterapi berkembang pesat di Era Kejayaan Islam pada abad ke 7 - 9 M seiring dengan perkembangan ilmu kimia. Pada abad ke - 9 M, Kimiawan Muslim Yakub Al-Kindi (803 - 870 M) dalam bukunya Kitab Al-Taraffuq Fi Al-Litr (The Book of The Chemistry of Perfume And Distillations) telah menciptakan beragam jenis minyak esensial. Al-Kindi dikenal sebagai penemu industry parfum pertama didunia. Jabir Ibnu Hayyan (721-815) atau Geber juga menciptakan teknologi penyulingan minyak esensial dari beragam tumbuhan dan bunga. Dalam bukunya yang berjudul Origins of Neuroscience. A History of Explorations Into Brain Function, Stanley Finger mengungkapkan penyulingan uap air pertama kali ditemukan dokter muslim bernama Ibnu Sina (980 M - 1037 M). Ibnu Sina menggunakan penyulingan uap air itu untuk membuat minyak esensial yang digunakan untuk mengobati pasiennya. Maelene Ericksen dalam bukunya Healing With Aromatherapy juga mengakui peradaban islam sebagai pelopor dan perintis aromaterapi modern. Menurutnya, Ibnu Sina lah yang pertama kali mengenalkan metode pengobatan aromaterapi. M. Nauval Omar/DKH (dari berbagai sumber) |
Jumat, 30 Maret 2012 - 11:06:02 WIBLiputan Khusus
Majalah GEMA IKM (Industri Kecil dan Menengah) "Sektor industri sejatinya menjadi andalan dalam
perekonomian Indonesia. Ia harus menopang perekonomian dengan memberikan
kontribusi yang signifikan. Menurut sekjen kementrian Perindustrian, Anshari
Bukhari, seperti dikutip Suara Pembaruan, Stuktur perekonomian Indonesia masih
tetap didominasi oleh sektor industri yakni sebesar 24.8 persen. Ia mengatakan, kondisi tersebut menggambarkan, perkembangan sektor
industri sudah berada pada tren positif naik, bahkan telah melampaui target
pertumbuhan industri yang telah ditetapkan sebesar 4,65 persen untuk tahun
2010. Berbagai upaya dilakukan agar perindustrian Indonesia terus bangkit
dengan menunjukan kecenderungan positif. Tak terkecuali dengan industri kecil
dan menengah (IKM) yang terus mendapat perhatian agar maju dan unggul. Satu
diantaranya adalah mengembangkan IKM dengan pendekatan klaster. Dimajalah Gema
IKM saat ini sedang saudara baca, pengembangan klaster kita jadikan bahasan "info utama". Pemerintah, dalam hal ini Kementrian Perindustrian, sudah
memiliki road map atau peta panduan
yang jelas dan lengkap mengenai pengembangan klaster termasuk untuk IKM.
Pengembangan klaster IKM yang meliputi lima komoditi utama: Klaster Industri
Batu Mulia dan Perhiasan, Klaster Industri Garam, Klaster Industri Gerabah dan
Keramik Hias, Klaster Industri Minyak Astiri, dan Klaster Industri Makanan
Ringan. Kesemuanya membutuhkan perhatian dan keseriusan dalam hal pembinaan,
yang antara lain adalah adanya peningkatan nilai tambah, pemberdayaan pelaku
usaha IKM, peningkatan akses pasar dan pembiayaan, serta standarisasi baik
produk maupun proses. Diharapkan masing-masing klaster itu menjadi unggul." (Majalah Gema IKM, edisi XXXV-Desember 2011 terbitan Direktorat Jendral Industri Kecil dan
Menengah) Dalam berita kali ini kami akan fokuskan dalam pembahasan Info Utama dalam majalah Gema IKM tersebut mengenai Klaster Minyak Astiri. Info Utama : Klaster Minyak Astiri memiliki potensi yang menjanjikan untuk terus berkembang. Road Map atau peta panduan yang dibuat Kemenperin merupakan rujukan yang jelas dan lengkap kemana Klaster Minyak Astiri akan dibawa. Di hilir banyak IKM yang menghasilkan Crude Oil, di hulu selain industri besar juga industri kecil menjadi pengguna produk yang umumnya masih impor. Tumbuhan dan tanaman yang ada di Nusantara ini memiliki nilai tambah yang sangat besar. Berbagai tanaman yang dulu disebut rempah-rempah menarik pihak luar datang ke Indonesia. Itulah menjadi salah satu alasan Belanda dan Portugis tertarik kekayaan alam Indonesia. Minyak astiri, seperti dikutip dari lampiran Road Map (Peta Panduan) Pengembangan Klaster Industri Minyak Astiri yang dikeluarkan oleh Kementrian Perindustrian, disebut sebagai minyak eteris, minyak terbang atau essential oil. Ciri minyak astiri antara lain mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi, berbau wangi sesuai tanaman penghasilnya dan umumnya larut dalam pelarut organik tetapi tidak larut dalam air. Apa yang tertuang di peta panduan itu tentunya sudah maksimal dilakukan oleh Ditjen IKM Kemenperin dan jajarannya. Contohnya, seperti dikemukakan oleh Setio Hartono, dengan lobinya yang dilakukan bersama Dewan Astiri berhasil membawa perusahaan besar Swiss untuk mendirikan pabrik Frgrance dan Flavour di Indonesia. "Paling tidak pada 2014 sudah berdiri pabrik tersebut," kata Setiono. Ini artinya selain akan mengurangi impor produk_produk ditingkat intermediate akan terserap kesana. Hasil akhirnya bisa digunakan oleh industri di dalam negeri (baik besar, menengah atau kecil) atau bisa pula diekspor kepasar internasional. "Kita (Kemenperin) yang merajut antara lokomotif dan gerbong," kata Setio. Dari industri hilir atau gerbong - yang merupakan proses awal minyak astiri dilakukan oleh IKM dengan mayoritas industri kecil/rumahan yang lokasinya tidak jauh dari bahan baku. Sedang industri hulu yang disebut oleh Setio Hartono sebagai lokomotif merupakan industri besar. Kalau industri hilirnya bergerak cepat hulu atau lokomotif juga akan cepat menyerap. Intinya industri minyak astiri dari hulu hingga hilir itu menjanjikan. Namun jangan lupakan pula bahwa ditingkat hulu tidak semua pemain di industri ini berskala besar. Ratusan industri kecil yang menyerap olahan minyak astiri untuk dijadikan produk-produk jadi yang dikonsumsi masyarakat seperti aromaterapi, parfum, minyak wangi, minyak pijat, sabun cuci pakaian, sabun pemebersih lantai, hingga sabun cuci tangan. Fauzan arif, misalnya seorang wirausahawan IKM dibidang aromaterapi dan berbagai aneka sabun merasa lebih nyaman bila bahan-bahan fragrance yang ia beli dihasilkan dari industri local. "Saya berharap dengan membeli dari pabrik lokal harga akan lebih murah," ungkap Fauzan yang usahanya dibina oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor. Saat ini sebagian bahan dasar untuk aromaterapi (yang diberi Label "Healthcare") maupun sabun cair merupakan produk olahan asal cina yang ia beli dari distributor Jakarta. Fauzan adalah salah satu diantara puluhan bahkan ratusan IKM penghasil aromaterapi dan berbagai produk lainnya yang memanfaatkan produk-produk hasil industri fragrance dan flavor besar atau impor. Bila berbagai produk itu dihasilkan oleh industri dalam negeri, tentu saja akan banyak keuntungan yang bakal diperoleh. Tak hanya harga lebih murah, tapi juga penghematan devisa dan penyerapan tenaga kerja. (Majalah Gema IKM, edisi XXXV-Desember 2011 terbitan Direktorat Jendral Industri Kecil dan Menengah) |
Sabtu, 10 Maret 2012 - 11:58:36 WIBPromo Point Reward Healtcare Kami dari Healthcare minyak angin Aromatherapy, mengadakan Promo bagi agen dan distributor untuk semua wilayah
Indonesia. |
Kamis, 17 Maret 2011 - 15:20:32 WIBPeluang Bisnis Minyak Angin Aromatherapy Healthcare Kami dari Healthcare minyak angin Aromatherapy, membuka peluang usaha bagi anda yang ingin menjadi agen dan distributor untuk semua wilayah Indonesia.
Jika anda berminat, dapat menghubungi: M. Ivan Puasandhy (081806926975 / 085881408075) Fauzan Arief (081510782238/082111697854) |
Kamis, 17 Maret 2011 - 15:20:11 WIBKetentuan Umum Agen dan Distributor Minyak angin Aromatherapy Healtcare membuka peluang untuk menjadi agen dan distributor, berikut adalah ketentuan umum untk menjadi agen dan distributor:
A. KETENTUAN DISTRIBUTOR
B. KETENTUAN AGEN
Untuk Transaksi / Transfer uang melalui : Rek. Bank Mandiri no.133-00-1095284-4 atas nama Septiana Dewi Rek.Bank BCA no. 0952310460 atas nama Muhammad Ivan Puasandhy Mohon tidak melakukan transaksi, selain atas nama yang tertera diatas |
Kamis, 17 Maret 2011 - 09:54:19 WIBMinyak Angin Aromatherapy Healthcare merupakan minyak angin non alkohol yang memiliki banya manfaat diantaranya Dapat digunakan untuk melegakan hidung tersumbat, memberikan sensasi dingin dan menyegarkan, meredakan pegal-pegal pada otot dan sendi, menghilangkan rasa mual dan mabuk perjalanan, sebagai obat gosok untuk pegal linu, meredakan pusing dan perut kembung karena masuk angin, sebagai lotion anti bakteri dan anti jamur untuk kulit dan dapat mencegah influenza. Mengandung minyak zaitun / virgin olive oil yang mengandung vitamin E untuk kulit lebih sehat, berfungsi sebagai pelembab sehingga kulit lebih halus dan tidak kering. Mengandung minyak aromatherapy essential yang memberikan sensai fresh dan rileks. Sudah mendapat izin dengan no. 533/24-TDI/BPPT-VIII/2010. Merk terdaftar no.reg HKI DOO.2011.006322 |
Bermanfaat untuk :
Minyak angin aromatherapy HEALTH CARE mengandung :
|